Saturday, February 8, 2020

Enterpreneurship vs Technopreneurship

Nama : I Nyoman Ari Parta Guna
NIM : 1905551140
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama


               Dalam sebuah Negara maju harus mengembangkan strategi bersaingnya melalui keunggulan teknologi yang dimilikinya. pada dasarnya dalam negara maju memiliki sumber daya alam yang kurang sehingga untuk tetap bisa bertahan hidup, mereka harus menguasai teknologi.

Pendidikan pada negara maju ternyata basisnya pada kemampuan anak bangsa untuk mandiri dan berinovasi menciptakan teknologi sebagai keunggulan bersaingnya yang disebut dengan pendidikan berbasis Enterpreneurship atau Technopreneurship.
                                            (https://iedunote.com/entrepreneurship-definition)

       Entrepreneurship (Kewirausahaan) adalah proses kegiatan kreativitas dan inovasi menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain serta memenangkan persaingan. Mereka juga tahu cara pemilihan pasar secara demografis, lobi bisnis, kebutuhan konsumen, dan peluang.
untuk menjadi seorang enterpreneur tentunya harus memiliki kriteria-kriteria tertentu agar dapat mencapai yang diinginnkan yaitu sebagai berikut:
  • Memiliki mimpi yang besar.
  • Suka dengan tantangan.
  • Mempunyai cara pandang yang berbeda.
  • Pemasar sejati (penjual ulung).
  • Disiplin waktu untuk pemenuhan targetnya.
  • Selalu mencari yang sesuatu terbaik.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Mempunyai kemampuan untuk memimpin. 



(http://www.icym.edu.my/v13/announcement/979-what-is-technopreneurship.html)

Technopreneurship adalah suatu peluang usaha yang memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. Pada era Globalisasi saat ini perkembangan teknologi infomasi berkembang sangat pesat dan juga dalam bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat pula menuntut para pengusaha untuk selalu mengupgrade usahanya untuk lebih baik dan bersaing secara ketat, baik dalam skala nasional maupun internasional. Kondisi ini pun mendorong industri menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa wirausaha.

KARAKTERISTIK TECHNOPRENEUR

          Jika dilihat dari pengertiannya maka kita akan berpikir bahwa technopreneur merupakan pengelolaan usaha menggunakan basis teknologi seperti perusahaan Apple, Twitter, Facebook, Google, dll. Hal tersebut memang benar namun tidak semua usaha technopreneur seperti perusahaan diatas, melainkan seperti semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan secara tradisional beralih ke usaha yang menggabungkan teknologi perusahaan meubel yang pembuatannya secara tradisional beralih menggunakan mesin yang lebih canggih, atau dari segi pemasarannya yang sebelumnya secara tradisional seperti door to door atau mouth to mouth beralih menggunakan online marketing seperti melalui sosial media.

Contoh perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi

PT Asuransi Allianz Utama Indonesia

Urus Klaim pun Makin Mumpuni
      Menghitung klaim asuransi secara cepat? Mengapa tidak? Kompetisi yang kian ketat memang telah mendorong para pelaku bisnis asuransi, termasuk PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, untuk menjadi pemain serba bisa. Mereka tak cuma dituntut bisa mengidentifikasi masalah, tetapi juga melihat tren dan peluang pasar. Dan, semua ini hanya bisa dilakukan jika mereka memiliki data yang sangat mendetail mengenai penjualan dan aktivitas di lapangan, yang dalam prakteknya sudah pasti sangat membutuhkan sokongan dari kemajuan teknologi informasi (TI).

Untunglah, sejak 1997, Allianz Utama telah mengimplementasikan TI di lingkungan usahanya, mulai dari sistem ERP (1997), HRMS (2000), hingga CRM (2002). Kini, perusahaan asal Jerman ini tinggal memetik hasilnya. Contohnya, lewat sistem CRM, nasabah bisa memperoleh informasi mengenai portofolio klaim yang sebelumnya sulit menjadi lebih cepat. Mereka cukup melihat langsung di layar monitor. Sebaliknya, para agen pun bisa lebih mudah, bahkan real time, memberikan informasi mengenai polis kepada nasabahnya.

Ujung dari seluruh proyek ini memang tak jauh dari ambisi pihak manajemen Allianz Utama untuk mendongkrak kinerja usaha dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Itu sebabnya mereka tak ragu memanfaatkan benar seluruh investasi dalam proyek TI ini demi menjaga kesinambungan pertumbuhan profit perusahaan, sambil terus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Tentunya ini hanya bisa diraih apabila para petinggi perusahaan mampu menggunakan TI sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan strategis. Jadi, masih mau menyangkal kalau TI pun cukup mumpuni untuk mengurusi bisnis asuransi?

Telkomvision
            TelkomVision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Jasa Penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan beberapa kota besar lainnya. Untuk yang berbasis satelit atau DTH ( Direct to Home ) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang ter- cover dalam jaringan Satelit Telkom-1.
            TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham.
            Pada bulan Agustus 2008, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT. Multimedia Nusantara mengambil alih saham TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh TPT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
            TelkomVision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu yestv, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan pra bayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Produk layanan DTH (Direct to Home) Pra-bayar merupakan penggerak awal layanan TV pra bayar pertama di Indonesia sejak 2007.Sistem Pra Bayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket minipacks dengan pilihan channel menarik. TelkomVision menghadirkan 80 channel  lokal dan mancanegara dengan kualitas gambar yang jernih dan lebih stabil terhadap gangguan cuaca.

 Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri)
         Pada Desember 2016, Polres Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia memprakarsai penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri. Sepak terjang e-tilang yang baik mendorong Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjadikan e-tilang sebagai program nasional.

Garuda Indonesia
         Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200% setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.


Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Dalam rangka menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, DJP memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.

DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Post a Comment